Rabu, 14 Mei 2014

VAKUM EKSTRAKSI BY BAIQ SUKMAWANDARI



VAKUM EKSTRAKSI
By: Baiq Sukmawandari

Ekstraksi Vakum adalah persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan ekstraksi tekanan negatif pada kepalanya dengan menggunakan ekstraktor vakum (ventouse) dan maistrom.
Ekstraksi Vakum merupakan tindakan obstetrik yang bertujuan untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan ekstraksi bayi. Oleh karena itu kerjasama dan kemampuan ibu untuk mengekpresikan bayinya merupakan faktor yang sangat penting dalam menghasilkan akumulasi tenaga dorongan dengan tarikan ke arah yang sama. Ada tiga gaya yang bekerja pada tindakan ini yaitu:
  1. Tekanan intra uterin (oleh kontraksi)
  2. Tekanan ekspresi eksternal (tenaga mengedan)
  3. Gaya tank (ekstraksi vakum).
1.      Indikasi
Kala II lama dengan presentasi kepala belakang / verteks
2.      Kontra indikasi
-       Malpresentasi (dahi, puncak kepala, muka, bokong)
-       Pangul sempit (disproporsi kepala-panggul)
3.      Syarat khusus
-          Pembukaan lengkap atau hampir lengkap.
-          Presentasi kepala.
-          Cukup bulan (tidak prematur)
-          Tidak ada kesempitan panggul
-          Anak hidup dan tidak gawat janin
-          Penurunan H III/III + (Puskesmas H IV / dasar panggul)
-          Kontraksi baik
-          Ibu kooperatif dan masih mampu untuk mengedan.
4.   Alat-alat yang dibutuhkan terdiri dari:
1.   Mangkuk (sup)
Mangkuk ini digunakan untuk membuat caput suksedaneum buatan sehingga mangkuk dapat mencekam kepala janin. Sekarang ini terdapat 2 macam mangkuk yaitu mangkuk yang terbuat dari bahan logam dan plastik. Pada umumnya mangkuk ini berdiameter 4-6 cm.
2.   Pipa penghubung.
Terbuat dari karet atau plastik yang lentur yang tidak akan berkerut oleh tekanan negatif dan berfungsi sebagai penghubung tekanan negatif mangkuk dengan botol.
3.   Botol.
Sebagai teinpat penampungan cairan yang keluar seperti darah, verniks kaseosa, lendir serviks, dan lain-lain. Pada botol ini terdapat tutup yang mempunyai 3 saluran yaitu:
-          Saluran manometer
-          Saluran menuju ke mangkuk
-          Saluran menuju ke pompa penghisap 4 pompa penghisap.
4.   Pompa penghisap
Dapat berupa pompa panghisap manual maupun listrik.
  
5.   Penatalaksanaan vakum ekstraksi.
1.         Persetujuan tindakan medik.
2.         Berikan dukuragan emosional pada ibu.
3.         Persiapan sebelum tindakan
·         Pasien.
-             Pastikan cairan dan slang infus sudah terpasang.
-             Uji fungsi dan perlengkapan peralatan ekstraks vakum.
-             Siapkan alas bokong dan penutup perut bawah.
-             Medikarnentosa (oksitosin, ergometrin, prokain 1%)
-             Larutan antiseptik
-             Oksigen dan regulator
-             Instrumen :
a.       Partus set (1 set)
b.      Vakum ekstraktor 1 set dan klem ovum 2
c.       Cunam tampon 1
d.      Spekulum sim atau L 2 dan kateter karet I
·         Penolong
-             Baju kamar tindakan pelapis plastik, masker dan kacamata pelindug ( 3 set)
-             Sarung tangan DTT steril (4 pasang)
-             Alas kaki / spatu bood (1 pasang)
-             Istrumen :
a.       Lampu sorot 1
b.      Stetoskop dan tensi 1.
c.       Funduscope/Doppler 1
·         Bayi:
-             Instrumen:
1.         Menghisap lendir dan sudep/penekan lidah: 1 set.
2.         Kain penyeka muka dan badan : 2.
3.         Meja bersih, kering dan hangat (untuk tindakan): 2
4.         Inkubator: 1 set.
5.         Pemotong dan pengikat tali pusat: 1 set.
6.         Popok dan selimut :1
7.         Alat resusitasi bayi
Oksigen dengan regulator
8.         Pencegahan infeksi sebelum tindakan
9.         Tindakan
a)      Instruksikan asisten untuk menyiapkan ekstraktor vakum dan pastikan petugas dan persiapan untuk meaolong bayi telah tersedia.
b)      Lakukan periksa dalam untuk menilai posisi kepala bayi dengan meraba sutura sagitalis dan ubun kecil/ posterior
c)      Ganti saring tangan yang kotor dengan sarung tangan DTT / steril yang baru.
d)     Masukkan mangkok vakum melalui introitus vagina secara miring dan setelah melewati introitus vagina pasang kepada kepala bayi (perhatikan agar tepi mangkok tidak terpasang pada bagian yang tida rata/moulge di daerah ubun ubunKegagalan.
4.   Ekstrasi vakum dianggap gagal jika:
·         Kepala tidak turun pada tarikan
·         Jika tarikan sudah 3x dan kepala bayi belum turun, atau tarikan sudah 30 menit.
·         Mangkok lepas pada tarikan pada tekanan maksimum.
5.         Setiap aplikasi vakum harus dianggap sebagai ekstraksi vakum percobaan. Jangan lanjutkan jika tidak terdapat penurunan kepala pada setiap tarikan.
·         Komplikai yang bisa ditimbulkan
a.       Komplikasi janin
-          Edema skalp, yang akan hilang dalam 1-2 hari.
-          Sefal hematoma, akan hilang dalam 3-4 miggu.
-          Aberasi laserasi kulit kepala.
-          Perdarahan intrakranial sangat jarang.
-          Fraktura tulang tengkorak.
-          Cedera pada mukajanin.
b.      Komplikasi ibu.
-          Perdarahan pasca persalinan.
-          Laserasi jalan lahr
-          Infeksi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar