Perdarahan Pasca Persalinan
By. Hamdiah
Perdarahan pasca persalinan adalah perdarahan yang terjadi sesudah
sesaat proses persalinan berlangsung dengan volume perdarahan melebihi dari 500
ml. Kondisi dalam persalinan menyebabkan kesulitan untuk menentukan volume
perdarahan yang terjadi karena tercampur dengan air ketuban, dan serapan
pakaian atau kain alas tidur. Oleh sebab itu operasional untuk periode pasca
persalinan adalah setelah bayi lahir. Sedangkan tentang jumlah perdarahan,
disebutkan sebagai perdarahan yang lebih dari normal dimana dapat menyebabkan
perubahan tanda vital, seperti; pasien mengeluh lemah, limbung, berkeringat
dingin, menggigil, hiperpnea, sistolik <90 mmHg, nadi >100 x/menit, dan
kadar Hb <8 g% (Saifuddin, 2001).
Perdarahan pasca persalinan adalah perdarahan yang terjadi setelah
bayi lahir yang melewati batas fisiologis normal. Pada umumnya seorang ibu
melahirkan akan mengeluarkan darah secara fisiologis sampai jumlah 500 ml tanpa
menyebabkan gangguan homeostasis. Dengan demikian secara konvensional dikatakan
bahwa perdarahan yang melebihi 500 ml dapat dikategorikan sebagai perdarahan
pasca persalinan dan perdarahan yang secara kasat mata mencapai 1000 ml harus
segera ditangani secara serius.
Definisi baru mengatakan bahwa setiap perdarahan
yang dapat mengganggu homeostasis tubuh atau mengakibatkan tanda hipovolemia
termasuk dalam kategori perdarahan pasca persalinan. Perdarahan sebanyak lebih
dari 1/3 volume darah atau 1000 ml harus segera mendapatkan penanganan.
Perdarahan pasca persalinan dapat terjadi segera setelah janin lahir, selama
pelepasan plasenta atau setelah plasenta lahir (Siswosudarmo, 2008).
Perdarahan
obstetri dapat terjadi setiap saat, baik selama kehamilan, persalinan, maupun
masa nifas. Oleh karena itu, setiap perdarahan yang terjadi dalam masa
kehamilan, persalinan dan nifas harus dianggap sebagai suatu keadaan akut dan
serius, karena dapat membahayakan ibu dan janin (Khoman, 2002).
Grandemultipara,
jarak persalinan pendek kurang dari 2 tahun, dan persalinan yang dilakukan
dengan tindakan yakni; pertolongan kala uri sebelum waktunya, pertolongan
persalinan oleh dukun, persalinan dengan tindakan paksa dan persalinan dengan
narkosa atau persalinan yang dilakukan dengan menggunakan anastesi yang terlalu
dalam adalah faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan
pasca persalinan.
By. Hamdiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar