Rabu, 14 Mei 2014

ATUNIA UTERI BY:BAIQ SUKMAWANDARI



             ATONIA UTERI DAN KOMPRESI BIMANUAL

          Atonia uteri adalah kegagalan otot-otot rahim untuk berkontraksi dan beretraksi dengan baik setelah plasenta lahir.
Pada saat plasenta masih melewati di dinding rahim, maka jumlah aliran darah pada tempat melekatnya plasenta tersebut di perkirakan  mencapai 500 hingga 800 ml per menit. Setelah plasenta lepas , akan terjadi perdarahan karena sinus–sinus maternalis di tempat insersi plasenta pada dinding rahim terbuka. Biasnya perdarahan ini tidak berlangsung lama, sebab kontraksi dan retraksi otot–otot rahim menekan pembuluh–pembuluh darah yang terbuka di situ hingga lumennya tertutup. Kemudian pembuluh darah akan tersumbat oleh bekuan darah. Karena, umumnya perdarahan yang terjadi tidak lebih dari 500 ml.
Pada kondisi dimana terjadi atonia uteri, maka lumen pembuluh–pembuluh darah pada tempat melekatnya plasenta akan tetap terbuka, hingga terjadi perdarahan postpartum yang banyaknya lebih dari 500 ml.
Penyebab Atonia Uteri:
  • Plasenta yang baru lepas sebagian.
  • Tertinggalnya sisa plasenta, kotiledon, atau selaput ketuban.
  • Persalinan yang terlalu cepat (partus presipitatus).
  • Persalinan lama sehingga terjadi inersia uteri.
  • Polihidramnion atau kehamilan kembar sehingga terjadi peregangan yang berlebihan pada otot uterus.
  • Plasenta previa.
  • Solusio plasenta.
  • Pemberian anastesi umum.
  • Penatalaksana yang salah pada persalinan kala tiga.
  • Kandung kemih yang penuh.
  •  Penyebab lain yang tidak diketahui.

Bila seluruh bagian plasenta masih melekat, maka biasanya tidak terjadi perdarahan. Tetapi, bila sebagian plasenta sudah terlepas, maka akan terjadi robekan pada sinus–sinus maternalis, sedangkan sebagian plasenta yang masih melekat akan menghambat kontraksi dan retraksi dari otot –otot uterus. Karena itu kondisi ini akan menyebabkan perdarahan.
Penanganan yang salah pada kala tigaMerupakan salah satu faktor yang menyebabkan perdarahan pospartum. K ebiasaan melakukan rangsangan yang berlebihan pada daerah fundus atau manipulasi pada uterus, dapat menimbulkan terjadinya kontraksi yang tidak teratur (aritmik) sehingga hanya sebagian saja plasenta yang terlepas dan hilangnya kemampuan uterus untuk beretraksi.
Bila kandung kemih penuh, maka letaknya yang berdekatan dengan rongga abdomen pada akhir kala dua, akan mempengaruhi kontraksi dan retraksi uterus.Kandung kemih yang penuh juga dapat menyebabkan kesalahan dalam menatalaksana persalinan kala tiga karena kesulitan menilai uterus.
Penyebab lain yang belum diketahui Pada kasus atonia uteri mungkin saja tidak didapatkan kondisi –kondisi seperti di atas sehingga faktor penyebabnya tidak di ketahui.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar