DEPRESI POST PARTUM
Oleh : Ambar Dwi
Astuti, Amd.Keb
Depresi post partum adalah depresi berat yang terjadi 7 hari setelah melahirkan dan
berlangsung selama 30 hari, dapat terjadi kapan pun bahkan sampai 1 tahun
kedepan. Depresi ini pertama
kali ditemukan oleh Pitt pada tahun 1988. Pitt menyatakan bahwa depresi post
parum adalah depresi yang bervariasi dari hari ke hari dengan menunjukkan
kelelahan, mudah marah, gangguan nafsu makan dan kehilangan libido (kehilangan selera untuk berhubungan intim dengan suami).
Llewelly-jones
(1994) menyatakan wanita yang didiagnosa mengalami depresi 3 bulan pertama
setelah melahirkan yaitu wanita tersebut secara social dan emosional meras
terasingkan atau mudah tegang dalam setiap kejadian hidupnya. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa depresi post partum adalah gangguan emosional pasca persalinan yang
bervariasi, terjadi pada 10 hari pertama masa setelah melahirkan dan
berlangsung terus-menerus sampai 6 bulan atau bahkan sampai satu tahun. Tingkat keparahan depresi ini bervariasi.
Keadaan ekstrem yang paling ringan yaitu saat ibu mengalami “kesedihan
sementara” yang berlangsung sangat cepat pada masa awal postpartum, ini disebut
dengan the blues atau maternity blues.
Gangguan
postpartum yang paling berat disebut psikosis postpartum atau melankolia.
Diantara 2 keadaan ekstrem tersebut terdapat kedaan yang relatif mempunyai
tingkat keparahan sedang yang disebut neurosa depresi.
Pengertian depresi postpartum menurut para ahli:
Menurut Kartono
(2002), menyatakan bahwa depresi adalah keadaan patah hati atau putus asa yang
disertai dengan melemahnya kepekaan terhadap stimulus tertentu, pengurangan
aktivitas fisik maupun mental dan kesulitan dalam berpikir, Lebih lanjut
Kartono menjelaskan bahwa gangguan depresi disertai kecemasan , kegelisahan dan
keresahan, perasaan bersalah, perasaan menurunnya martabat diri atau
kecenderungan bunuh diri. Depresi post partum merupakan bentuk yang lumayan agak berat tingkat keparahannya yang membedakan ibu
tidak bisa tidur atau sulit untuk tidur. Dapat terjadi dua minggu sampai
setahun setelah melahirkan
Psychosis
post partum: jenis ini adalah yang paling parah. Ibu dapat mengalami halusinasi, memiliki
keinginan untuk bunuh diri. Tak saja psikis si ibu yang nantinya jadi
tergantung secara keseluruhan. Penyebab depresi adalah karena gangguan hormonal. Hormon yang terkait dengan terjadinya depresi post partum adalah prolaktin,
steroid dan progesterone.
Gejala yang
menonjol dalam depresi post partum adalah trias depresi yaitu:
1. Berkurangnya energy
2. Penurunan efek
3. Hilang minat (anhedonia)
4. Ling dan Duff mengatakan bahwa gejala depresi post partum yang dialami 60%
wanita mempunyai karateristik dan spesifik antara lain:
5. Trauma terhadap intervensi medis yang terjadi
6. Kelelahan dan perubahan mood
7. Gangguan nafsu makan dan gangguan tidur
8. Tidak mau berhubungan dengan orang lain
9. tidak mencintai bayinya dan ingin menyakiti bayinya atau dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar