Pelayanan Asuhan Kebidanan
By
: Efina Daitia Fadhila, Amd.Keb.
Menurut Aprillia dan Ritchmond
(2011), persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologi yang normal.
Ketika proses persalinan dimulai, peranan ibu sangat penting untuk melahirkan
bayinya, sedangkan peran petugas kesehatan (bidan atau dokter) adalah memantau
persalinan, mendeteksi dini adanya komplikasi, selain bersama-sama keluarga
memberikan bantuan dan dukungan pada ibu bersalin. Persalinan dan kelahiran
normal merupakan proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup
bulan atau aterm (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang
kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun
janin.
Sumarah, dkk (2008) mengemukakan
bahwa tujuan asuhan persalinan ialah mengupayakan kelangsungan hidup dan
mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai
upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip
keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal.
Menurut Pusdiknakes (2003), selama
melaksanakan asuhan persalinan bidan selalu bekerjasama dengan ibu selama
persalinan dan kelahiran. 5 aspek dasar dari kualitas asuhan yang harus
dilakukan oleh bidan pada saat persalinan kala satu sampai kala empat, termasuk
asuhan pada bayi baru lahir. Karena ke 5 aspek ini atau disebut 5 benang merah
sangat menentukan untuk memastikan persalinan aman bagi ibu dan bayinya. Lima
benang merah tersebut adalah:
1.
Asuhan Sayang Ibu
Asuhan sayang ibu amat membantu ibu
dan keluarganya untuk merasa aman dan nyaman selama dalam proses persalinan.
2.
Pencegahan Infeksi
Dalam memberikan asuhan berkualitas
tinggi, bidan harus melindungi infeksi tidak saja hanya pada pasien namun juga
pada diri sendiri dan rekan kerjanya.
3.
Pengambilan Keputusan Klinik
Pengambilan keputusan klinik yang
efektif adalah selama proses penatalaksanaan kebidanan. Keputusan klinik yang
dibuat oleh bidan sangat menentukan kepastian persalinan yang aman.
4.
Pencatatan (Dokumentasi)
Dokumentasi memberikan catatan
permanen mengenai manajemen pasien dan dapat merupakan pertukaran informasi
dengan para petugas yang lain.
5.
Rujukan
Rujukan pada institusi yang tepat
serta waktu dimana asuhan yang dibutuhkan tersedia akan menyelamatkan nyawa
ibu. Ketika merujuk, bidan harus selalu ingat, siapa, kapan, kemana dan
bagaimana merujuk agar ibu dan bayinya dapat selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar