Kamis, 15 Mei 2014

Posisi saat bersalin oleh : indri fitriani


           Posisi-posisi saat bersalin

   Posisi Berbaring
Berbaring horizontal (supine): secara umum tidak nyaman. Posisi ini dapat mengakibatkan uterus menekan pembuluh darah vena cava, menurunkan aliran darah ke plasenta, dan menekan diafragma yang membuat ibu sulit untuk bernafas. Untuk meningkatkan kenyamanan dan dukungan, letakkan bantal dibawah lutut dan tekuk lutut sedikit, atau duduk semi fowler dengan kepala dan bahu terangkat dan tersanggah oleh setumpuk bantal.
  Posisi Berbaring Miring
Berbaring miring (latewral) : mencegah terjadinya penekanan pada prineum dan mencegah penekanan pada vena cava sehingga memaksimalkan aliran darah ke uterus dan janin. Pada saat melahirkan, pasangan dapat membantu menyangga kaki ibu yang mencegah penekanan terhadap kepala bayi ibu terlentang ditempat tidur bersalin dengan menggantung kedua pahanya pada penompang kursi khusus untuk bersalin.
   Posisi Setengah Duduk
Posisikan si Ibu dengan bantal di punggungnya, atau minta suami untuk duduk membelakangi si Ibu. Pada waktu kontraksi, bungkukkan badan ke depan atau tarik kaki ke atas. Pada posisi ini, ibu duduk dengan punggung bersandar bantal, kaki ditekuk dan paha dibuka ke arah samping. Posisi ini cukup membuat ibu nyaman. Posisi setengah duduk dilakukan pada kala I dan Kala II.
Kelebihannya: Sumbu jalan lahir yang perlu ditempuh janin bisa keluar jadi lebih pendek. Suplai oksigen dari ibu ke janin pun juga dapat berlangsung secara maksimal.
Kelemahan: Posisi dapat menimbulkan rasa lelah dan keluhan punggung pegal. Apabila jika proses persalinan tersebut berlangsunug lama.
   Bergoyang-Goyang Sambil Duduk
Pada waktu melahirkan, pergerakan yang berirama dapat membuat nyaman. Gerakan badan perlahan-lahan di atas bolahamil (sebuah bola karet besar biasanya digunakan sebagai alat untuk melahirkan secara natural), di pinggir kasur atau di kursi yang kuat. Kalau si Ibu duduk di atas kursi, mintalah seseorang untuk duduk dilantai sambil bersandar ke kursi, tekanan pada lututnya bisa mengurangi sakit punggung si Ibu.
     Bergoyang-Goyang Sambil Berdiri
Berdiri atau berjalan menolong proses kelahiran untuk mendapatkan momentum, terutama di tahap-tahap awal. Bersandar pada suami untuk menahan selagi kontraksi berlangsung. Atau lingkaran tangan si Ibu ke leher suami dan mulai bergoyang-goyang, seperti sedang slow dance. Posisi ini juga enak untuk mengelus punggung.
Manfaatnya: mengurangi nyeri punggung
       Duduk Dengan Satu Kaki Di Atas
Posisi yang tidak simetris memberikan banyak variasi. Cobalah mengangkat satu kaki waktu duduk. Si Ibu sebaiknya agak sedikit membungkuk ke arah kaki yang di angkat sewaktu kontraksi.
      Berlutut
Kadang kala berlutut menolong rasa sakit di punggung. Gunakan bola hamil atau bantal yang banyak. Di rumah sakit, angkat kasur dibagian kepala. Berlutut di bagian bawah kasur sambil mengistirahatkan tangan dan badan bagian atas di atas kasur.
    Jongkok
Posisi jongkok membuka pelvis si ibu, memberikan si bayi ruang untuk berputar sewaktu bergerak melalui lorong rahim. Jongkok juga mombuat si ibu mendorong lebih efektif sewaktu melahirkan. Gunakan kursi yang kuat atau palang jongkok yang disediakan dikasur untuk menahan. Jongkok dengan bertahan ke tembok atau ke suami juga diperbolehkan. Dilakukan terutama pada kala II.
Manfaatnya : 
 Membutuhkan usaha mengejan yang lebih sedikit
 Meningkatkan persaan ingin mengejan
 Dapat mendorong penuruna janin
 Dapat mengurangi nyeri punggung 

oleh : indri fitriani 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar