Inversio
uteri
By : Dewi Sapta Wati
Inversio uteri Adalah keadaan dimana keadaan
uterus terbalik sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam kavum uteri.
Inversio uteri dapat di bagi menjadi :
a.
Inversio
uteri ringan
Fundus
uteri terbalik menonjol ke dalam kavum uteri, namun belun keluar dari rongga
rahim.
b.
Inversio
uteri sedang
Terbalik
dan sudah masuk dalam vagina
c. Inversio uteri berat
Uterus
dan vagina semuanya terbalik dan sebagian sudah keluar vagina.

Penyebab inversio uteri bisa terjadi secara spontan atau
karena tindakan.faktor yang memudahkan terjadinya adalah uterus yang lembek,
tipis dindingnya,tarikan tali pusat yang berlebihan atau patulous kanalis
servikalis.
Yang spontan dapat terjadi pada
grandemultipara, atonia uteri, kelelahan alat kandungan, dan tekanan intera
abdominal yang tinggi (mengejan dan batuk) menyebabkan inversio uteri.
Yang karena inversio uteri tindakan dapat
disebabkan cara crede yang berlebihan, tarikan tali pusat dan pada manual
plasenta yang dipaksakan. Apabila ada perlukaan pada dinding rahim.
Pencegahan inversio uteri hati-hati
dalam memimpin persalinan, jangan terlalu mendorong rahim atau melakukan prasat
crede berulang-ulang dan hati-hati dalam menarik tali pusat serta melakukan
pengeluaran plasenta dengan tangan.
Bila telah terjadi perdarahan atau syok, berikan
infus dan transfusi darah serta perbaiki keadaan ibu.Sesudah itu lakukan reposisi kalau perlu
dalan narkosa.Bila tidak berhasil maka dilakukan tindakan
operasi secara perabdominal (operasi Haultien) atau pervagina (operasi menurut
Spinelli).Diluar rumah sakit dapat deibantu dengan
reporsisi ringan yaitu dengan tamponade vaginal, kemudian berikan antibiotik
untuk mencegah infeksi pada inversio uteri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar