Kamis, 15 Mei 2014

Inversio Uteri



Inversio uteri
By : Dewi Sapta Wati

Inversio uteri Adalah keadaan dimana keadaan uterus terbalik sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam kavum uteri. 
Inversio uteri dapat di bagi menjadi :
a.    Inversio uteri ringan
Fundus uteri terbalik menonjol ke dalam kavum uteri, namun belun keluar dari rongga rahim.
b.    Inversio uteri sedang
Terbalik dan sudah masuk dalam vagina
c.  Inversio uteri berat
Uterus dan vagina semuanya terbalik dan sebagian sudah keluar vagina.

           Penyebab inversio uteri bisa terjadi secara spontan atau karena tindakan.faktor yang memudahkan terjadinya adalah uterus yang lembek, tipis dindingnya,tarikan tali pusat yang berlebihan atau patulous kanalis servikalis.
              Yang spontan dapat terjadi pada grandemultipara, atonia uteri, kelelahan alat kandungan, dan tekanan intera abdominal yang tinggi (mengejan dan batuk) menyebabkan inversio uteri.
              Yang karena inversio uteri tindakan dapat disebabkan cara crede yang berlebihan, tarikan tali pusat dan pada manual plasenta yang dipaksakan. Apabila ada perlukaan pada dinding rahim.

Pencegahan inversio uteri hati-hati dalam memimpin persalinan, jangan terlalu mendorong rahim atau melakukan prasat crede berulang-ulang dan hati-hati dalam menarik tali pusat serta melakukan pengeluaran plasenta dengan tangan.
    
     Bila telah terjadi perdarahan atau syok, berikan infus dan transfusi darah serta perbaiki keadaan ibu.Sesudah itu lakukan reposisi kalau perlu dalan narkosa.Bila tidak berhasil maka dilakukan tindakan operasi secara perabdominal (operasi Haultien) atau pervagina (operasi menurut Spinelli).Diluar rumah sakit dapat deibantu dengan reporsisi ringan yaitu dengan tamponade vaginal, kemudian berikan antibiotik untuk mencegah infeksi pada inversio uteri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar