Seksio Sesarea

Seksio sesarea adalah
melahirkan janin yang sudah mampu hidup (beserta plasenta dan selaput ketuban)
secara transabdominal melalui insisi uterus (Benson dan
pernoll, 2009. hal 456). Operasi
caesar lebih aman dipilih dalam menjalani proses persalinan karena telah banyak
menyelamatkan jiwa ibu yang mengalami kesulitan melahirkan. Jalan lahir tidak
teruji dengan dilakukannya seksio
sesarea, yaitu bilamana di diagnosa panggul sempit atau fetal distress didukung data pelvimetri. Bagi ibu yang paranoid terhadap rasa sakit, maka seksio sesarea adalah pilihan yang tepat dalam
menjalani proses persalinan, karena diberi anastesi atau penghilang rasa sakit.
Operasi seksio caesar merupakan prosedur medis yang mahal.
Prosedur anastesi pada operasi bias membuat anak ikut terbius, sehingga anak
tidak spontan menangis, keterlambatan menangis ini mengakibatkan kelainan
hemodinamika dan mengurangi apgar score. Ibu akan mendapat luka baru di perut
dan kemungkinan timbulnya infeksi bila luka operasi tidak dirawat dengan baik.
Gerak tubuh ibu menjadi sangat terbatas sehingga
proses penyembuhan luka akan semakin lama. Tindakan Seksio sesarea biasanya
dianggap sebagai suatu penyiksaan bagi yang tidak memiliki kebiasaan
beristirahat lama di rumah sakit setelah melahirkan.
Dalam proses persalinan terdapat tiga faktor penentu yaitu power (tenaga mengejan dan kontraksi
dinding otot perut dan dinding rahim), passageway (keadaan jalan lahir), passanger (janin yang dilahirkan) dan psikis
ibu. Mula-mula indikasi seksio
sesarea hanya karena ada
kelainan passageaway,
misalnya sempitnya panggul, dugaan akan terjadinya trauma persalinan pada jalan
lahir atau pada anak, sehingga kelahirannya tidak bisa melalui jalan vagina.
Namun, akhirnya merambat ke faktor power dan pasanger. Kelainan power yang memungkinkan dilakukannya seksio sesarea, misalnya
mengejan lemah, ibu sakit jantung atau penyakit menahun lainnya mempengaruhi
tenaga. Sedangkan kelainan passenger diantaranya makrosemia, anak kelainan letak
jantung, primigravida >35 tahun dengan janin letak
sungsang, persalina tak maju, dan anak menderita fetal distress syndrome (denyut jantung janin melemah). Jika
panggul sempit ibu hamil, sehingga besar anak tidak proporsional dengan
indikasi panggul ibu (disporsi) maka jenis persalinan yang harus
dilakukan adalah hanya dengan seksio sesarea .
By.Hamdiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar