Rabu, 16 April 2014

PRE-EKLAMSIA DAN EKLAMSIA


PRE-EKLAMPSIA DAN EKLAMPSIA


I.       PRE-EKLAMPSIA
  1. Definisi
Adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibatnya kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Super imposed pre-eklampsia-eklampsia adalah timbulnya pre-eklampsia atau eklampsia pada pada pasien yang menderita hipertensi kronik (Kapita Selekta Kedokteran, 2001).

  1. Etiologi
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

  1. Manifestasi Klinis
a.       Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali.
b.      Edema yang terlihat sebagai peningkatan berat badan, pembengkakan kaki, jari tangan, dan muka.
c.       Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg atau tekanan sistolik meningkat > 30 mmHg atau tekanan diastolic > 15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit.
d.      Proteinuria bila terjadi protein sebanyak 0,3 g/l dalam urine 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukan + 1 atau 2 atau kedar protein ≥ 1 g/l dalam urine yang dikeluarkan dengan ketetr atau urine porsi tengah, diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam.

  1. Tanda dan Gejala
a.       Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau diastolic ≥ 110 mmHg
b.      Proteinuria ± ≥ 5 g/24 jam atau ≥ 3 pada tes celup
c.       Oliguria (< 400 ml dalam 24 jam)
d.      Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan
e.       Nyeri epigastrium dan ikterus
f.       Edema paru atau sianosis
g.      Trombositopenia
h.      Pertumbuhan janin terhambat

  1. Komplikasi
a.       Atonia uteri (Uterus Couvelaire)
b.      Sindrom HELLP (Hemolisis, Elevated Liver Enzim, Low Platelet Count)
c.       Ablasi retino
d.      KID (Koagulasi Intravaskuler Diseminato)
e.       Gagal ginjal
f.   Komplikasi pada janin berhubungan dengan akut atau kronisnya insufisiensi uteroplasental, misalnya pertumbuhan janin terhambat dan prematuritas.

  1. Diagnosis Banding
1. Kejang, bisa disebabkan ensefalopati, hipertensi, epilepsy, tromboemboli, intoksikasi obat, trauma, hipoglikemia, hipokalsemia, atau alkalosis.
2.   Koma, bisa disebabkan epilepsy, sinkop, intoksikasi alkohol atau obat, asidosis, hipoglikemia, atau azotemia.

  1. Uji Diagnostik
a.       Uji diagnostik dasar
-          Pengukuran tekanan darah
-          Analisis protein dalam urine
-          Pemeriksaan edema
-          Pengukuran tinggi fundus uteri
-          Pemeriksaan funduskopik
b.      Uji laboratorium dasar
-          Evaluasi hematopoetik
-          Pemeriksaan fungsi hati
-          Pemeriksaan fungsi ginjal
c.       Uji untuk meramalkan hipertensi
-          Roll-over test
-          Pemberian infuse angiotensin II


II.    EKLAMPSIA
A.    Definisi
Eklampsia berasal dari bahasa Yunani dan berarti “Halilintar”. Kata tersebut dipakai karena gejala yang timbul dengan tiba-tiba tanpa didahului oleh tanda-tanda lain. Pada wanita yang menderita eklampsia timbul serangan kejang yang diikuti koma.
Timbulnya eklampsia disebabkan oleh :
-          Eklampsia gravidarium
-          Eklampsia parturientum
-          Eklampsia puerperate

B.     Tanda dan Gejala
1.      Nyeri kepala di daerah frontal
2.      Gangguan penglihatan
3.      Mual keras
4.      Nyeri epigastrium
5.      Hiperrefleksia
Konvulsi eklampsia dibagi dalam 4 tingkat, antara lain :
1.      Aura
-          Berlangsung kira-kira 30 detik
-          Mata penderita terbuka tanpa melihat
-          Kelopak mata dan matanya bergetar
-          Kepala diputar ke kanan/ke kiri
2.      Kejang tonik
-          Berlangsung ± 30 detik
-          Seluruh otot menjadi kaku
-          Wajah terlihat kaku
-          Tangan menggenggam dan kaki membengkok ke dalam
-          Pernafasan berhenti
-          Muka menjadi sianotik
-          Lidah dapat tergigit
3.      Kejang klonik
-          Berlangsung antara 1 – 2 menit
-          Semua otot berkontraksi (berulang dengan tempo yang cepat)
-          Mulut membuka dan menutup, lidah tergigit
-          Bola mata menonjol
-          Keluar ludah dari mulut/berbusa
-          Wajah kongesti dan sianosis
-          Penderita jadi tidak sadar/koma
Kejang klonik ini dapat terjadi demikian hebatnya sehingga penderita dapat terjatuh dari tempat tidurnya. Akhirnya kejang berhenti dan penderita menarik nafas secara mendengkur.
4.      Koma
Lamanya tingkat kesadaran tidak selalu sama, secara perlahan-lahan penderita menjadi sadar lagi, akan tetapi dapat terjadi pula bahwa sebelum itu timbul serangan baru dan berulang sehingga ia tetap dalam koma.

C.     Komplikasi
Komplikasi yang terberat adalah kematian ibu dan janin. Komplikasi yang biasanya terjadi pada pre-eklampsia dan eklampsia :
1.      Solusio plasenta
2.      Hipofibrinogenemia
3.      hemolisis
4.      Pendarahan otak
5.      Kelainan mata
6.      Edema paru-paru
7.      Nekrosis hati
8.      Sindroma HELLP
9.      Kelainan ginjal
10.  Prematuritas
 
D.    Pencegahan
Usaha-usaha untuk menurunkan frekwensi eklampsia :
1.      Meningkatkan jumlah balai pemeriksaan natenatal dan mengusahakan agar wanita hamil memeriksakan diri sejak hamil muda.
2.      Mencari pada tiap pemeriksaan tanda-tanda pre-eklampsia.
3.      Mengobati dan sesegera mungkin jika terjadi tanda dan gejala pre-eklampsia.
4.      Mengakhiri kehamilan sedapat-dapatnya pada kehamilan 37 minggu ke atas apabila setelah di rawat tanda-tanda pre-eklampsia tidak juga dapat dihilangkan.

E.     Penanggulangan
Tujuan utama ialah menghentikan berulangnya serangan kejang dan mengakhiri kehamilan secepatnya dengan cara yang man setelah keadaan ibu mengizinkan dalam pada itu, pertolongan yang perlu diberikan jika timbul kejang adalah :
1.      Sodium pentothal
2.      Sulfas magnesicus
3.      Iytik coktail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar