PERSALINAN NORMAL
\
By. Hamdiah
Persalinan atau partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirihardjo.S, 2009). Sedangkan menurut Liewelly – Jones.D, (2002), persalinan normal atau melahirkan adalah proses mendorong janin dan plasenta keluar dari uterus oleh kontraksi – kontraksi miometrium yang terkoordinasi.
Persalinan atau partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirihardjo.S, 2009). Sedangkan menurut Liewelly – Jones.D, (2002), persalinan normal atau melahirkan adalah proses mendorong janin dan plasenta keluar dari uterus oleh kontraksi – kontraksi miometrium yang terkoordinasi.
Persalinan atau partus adalah proses hasil
pengeluaran konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau yang dapat
hidup diluar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan
(kekuatan sendiri) (Manuaba.IAC, 2002). Dan menurut Sumarah Widiastuti, (2009)
persalinan adalah proses membuka dan menipisnya jalan lahir, yang diikuti oleh
turunnya janin ke jalan lahir, dan kemudian disusul oleh kelahiran, yaitu
proses keluarnya bayi dari dalam rahim.
Persalinan normal merupakan serangkaian kejadian yang berakhir
dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan yang kemudian
disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari
dalam tubuh ibu (Yanti, 2010). Sedangkan menurut Saifuddin (2009), proses pengeluaran
janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir secara
spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa
komplikasi baik pada ibu manapun pada janin adalah persalinan normal.
Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum
diketahui secara pasti atau jelas. Terdapat beberapa teori untuk memungkapkan
penyebab terjadinya persalinan antara lain Progesteron menimbulkan
relaksasi oto-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan kerentanan otot
rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan
estrogen didalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun
sehingga timbul his atau kontraksi.
Sedangkan menurut Prawirohardjo
penyebab timbulnya persalinan bisa pula karena Prostaglandin yang
dihasilkan oleh decidua, yang diduga menjadi salah satu sebab
permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2
dan E2 yang diberikan secara intravena menimbulkan kontraksi
pada miometrium. Hal ini juga didukung dengan adanya kadar
prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah pada ibu hamil
sebelum melahirkan atau selama persalinan normal.
by. Hamdiah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar