Minggu, 06 April 2014

PERSALINAN NORMAL

\
By. Hamdiah 

Persalinan atau partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar (Prawirihardjo.S, 2009). Sedangkan menurut Liewelly – Jones.D, (2002), persalinan normal atau melahirkan adalah proses mendorong janin dan plasenta keluar dari uterus oleh kontraksi – kontraksi miometrium yang terkoordinasi.
Persalinan atau partus adalah proses hasil pengeluaran konsepsi (janin dan uri) yang telah cukup bulan atau yang dapat hidup diluar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri) (Manuaba.IAC, 2002). Dan menurut Sumarah Widiastuti, (2009) persalinan adalah proses membuka dan menipisnya jalan lahir, yang diikuti oleh turunnya janin ke jalan lahir, dan kemudian disusul oleh kelahiran, yaitu proses keluarnya bayi dari dalam rahim.

Persalinan normal merupakan serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan yang kemudian disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari dalam tubuh ibu (Yanti, 2010). Sedangkan menurut Saifuddin (2009),  proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir secara spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam tanpa komplikasi baik pada ibu manapun pada janin adalah persalinan normal.
 Penyebab timbulnya persalinan sampai sekarang belum diketahui secara pasti atau jelas. Terdapat beberapa teori untuk memungkapkan penyebab terjadinya persalinan antara lain  Progesteron menimbulkan relaksasi oto-otot rahim, sebaliknya estrogen meninggikan kerentanan otot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen didalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his atau kontraksi.
Sedangkan menurut  Prawirohardjo penyebab timbulnya persalinan bisa pula karena Prostaglandin yang dihasilkan oleh decidua, yang diduga menjadi salah satu sebab permulaan persalinan. Hasil dari percobaan menunjukkan bahwa prostaglandin F2 dan E2 yang diberikan secara intravena menimbulkan kontraksi pada miometrium. Hal ini juga didukung dengan adanya kadar prostaglandin yang tinggi baik dalam air ketuban maupun darah pada ibu hamil sebelum melahirkan atau selama persalinan normal.

by. Hamdiah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar