Rabu, 16 April 2014

Mitos tentang persalinan ( rumput fatimah)

oleh : Ejawati


Rumput Fatimah (kadang ditulis Patimah)? Tanaman yang berasal dari dataran Arab ini dikenal dalam konteks ilmiah dengan nama latin Labisa Pumila. Sementara itu dalam bahasa Arab, ia dinamakan Kaf Mariyam yang berarti telapak tangan Mariyam. Rumput Fatimah sangat populer di negeri asalnya. Ia bahkan disebut sebagai tumbuhan sahabat wanita. Berkat kepopulerannya yang melegenda, Rumput Fatimah pun beredar di Negara lain di kawasan Asia termasuk Indonesia di dalamnya. Tumbuhan ini sering dijumpai di penjual obat herbal. Kabarnya salah satu khasiat Rumput Fatimah adalah untuk memudahkan persalinan.
Dikutip dari buku Kesproholic, yang memaparkan penelitian yang dilakukan di Malaysia pada tahun 1998, diketahui tanaman ini memang memiliki  oksitosin. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontrakksi. Yang jadi masalah, dosis kandungan fitokimianya tidak bisa diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum.Semakin lama direndam ,kadar zat fitokimia yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Hal ini berbeda dengan obat-obat modern yang semua bahhan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur, sehingga dapat dikendalikan penggunaanya dan meminimalisir efek samping.


Karenanya mengosumsi rumput ini harus hati-hati. Misalnya anjuran rumput fatimah ini hanya boleh diminum pada saat-saat akan melahirkan.Yaitu saat pembukaan diatas 6, bukan pada saat pecahnya air ketuban. Dan bila pembukaan belum betul-betuk sempurna maka akan berdampak timbulnya kontraksi yang abnormal. Dan ini akan berbahaya bagi ibu yang melahirkan, yaitu akan bedampak robekan pada dinding rahimdan pendarahan hebat yang tak terhentikan.


Menkonsumsi rendaman rumput fatimah ini juga akan semakin menimbulkan masalah. Jika pada proses persalinan itu ,dokter memberikan obat modern yang merangsang kontraksi usus. Efekny bisa dobel. Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat kontrakksi ini bisa berbahaya. Risikonya bisa rahim robek, pendarahan setelah melahirkan, atau bahkan kematian pada janin.Itulah sebabnya mengapa mengkonsumsi rumput fatimah harus sangat berhati-hati. Bahkan lebih banyak ditentang oleh kalangan medis karena bahayanya lebih besar dari pada manfaatnya.

Karena itu, meskipun pada beberapa kasus sangat membantu proses persalinan, sebaiknya Anda berhati-hati ketika hendak mengkonsumsi rumput fatimah ini. Upayakan berkonsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu tentang konsumsinya. Jangan heran jika banyak dokter akan melarang penggunaannya karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi sang ibu dan buah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar